Sabtu, 23 Maret 2019

MOTIVATION AND JOB SATISFACTION



MOTIVATION AND JOB SATISFACTION

Dalam blog saya kali ini, saya akan membahas tentang apa itu kepuasan kerja dan apa itu motivasi? serta teori apa saja sih yang ada di dalamnya? untuk lebih lengkap yuk kita mulai bahas satu persatu.

Masalah hubungan pribadi karyawan dapat muncul sebagai akibat dari berbagai masalah di tempat kerja. Contoh kasus: seorang karyawan baru yang mengalami ketidaknyamanan dalam bekerja di karenakan kurangnya hubungan komunikasi, saling menghargai, saling membantu antar pegawai dapat menimbulkan katidakpuasan dalam bekerja. Lingkungan dan hubungan pribadi menjadi salah satu diantara banyak faktor yang mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerja. Ketidaknyamanan tersebut pula menyebabkan turunnya motivasi pegawai dalam kinerjanya. 


Analisis Kasus 

JOB SATISFACTION 

Setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan.

Kepuasan kerja adalah perasaan dan tingkah laku dimana dua orang merasa positif dan negative yang dimiliki seseorang dari hasil evaluasi karakteristik seseorang. 

Bagaimana seseorang mendapatkan kepuasaan dalam kerja?
 
Dalam sebuah perusahaan Manajer menjadi tim penilai kinerja pegawainya, Manajer akan menilai dengan cara pengamatan bisa juga dengan cara pegawai di suruh mengisi kuesioner serta wawancar lalu menyimpulkan apakah kinerja peegawainya masuk dalam kategori memuaskan atau tidak. Tingkat kepuasan kerja sangat bervariasi, menurut JDI (Job Desuctive Index) ada 5 aspek kepuasan kerja:

  • The work itself – tanggung jawab, minat dan pertumbuhan.

  •  Quality of Supenvision – bantuan, teknis dan dukungan sosial. Tingkat kepuasan kerja yang paling besar dengan atasan adalah jika kedua jenis hubungan adalah positif.
  • ·         Relationships with co workers – keharmonisan sosial dan rasa hormat.

  •  Promotion opportunities – peluang untuk kenaikan gaji lebih lanjut.
  • ·       Pay – kecukupan upah uang adalah pemenuhan kebutuhan dasar, uang juga menjadi simbol dari pencapaian (achievement), keberhasilan dan pengakuan/penghargaan. 


        Kepuasan kerja bukan hanya faktor dari luar, tetapi kepribadian juga berperan dalam kepuasan kerja.Faktor kepribadian yang berperan antara lain:

    1.Orang yang memiliki “core self-evaluations” positif, cenderung percaya pada dasar  kompetensi diri, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka.

    2.Orang yang memiliki “core self-evaluations” negatif, cenderung kurang ambisius dan lebih mudah menyerah saat menghadapi kesulitan dalam pekerjaan.
     



    MOTIVATION



    Jika kepuasan kerja tidak tercapai maka motivasi dalam bekerja pun menurun. Dimana jika seseorang yang memiliki motivasi tinggi akan mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaannya dengan santai dan mengikuti semua proses yang ada. 

    Motivasi sendiri memiliki arti adalah proses dalam diri seseorang yang dapat dihitung dari intensitas, arah, tingkat kegigihan serta upaya yang dilakukan di tempat kerja. 

    Teori teori tentang Motivasi

    Teori tentang motivasi yang paling dikenal adalah teori dari Abraham Maslow, yaitu “Hierarchy of Needs” terdiri dari 5 kebutuhan :
     

    1. Physiological, melingkupi rasa lapar, rasa haus, tempat berlindung, sex, dan kebutuhan tubuh lainnya.

    2. Safety, keamanan dan perlindungan dari kekerasan fisik dan emosional.

    3. Social, kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan pertemanan

    4. Esteem, faktor-faktor internal seperti self-respect, kemandirian, dan pencapaian, dan faktor-faktor eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.

    5. Self-actualization, dorongan untuk menjadi apa yang kita mampu menjadi ; termasuk pertumbuhan, pencapaian potensi kita, dan pemenuhan diri.


    Teori Dua Faktor dari Frederick Herzberg, teori yang berhubungan dengan faktor intrinsik pada kepuasan kerja dan hubungan faktor ekstrinsik dengan ketidakpuasan.Teori ini pula mengidentifikasi dua faktor yang berbeda sebagai penyebab utama dari kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja.

    • Hygiene factors adalah sumber ketidakpuasan kerja yang terkait dengan konteks pekerjaan atau lingkungan kerja. Artinya mereka lebih banyak berhubungan dengan lingkungan dimana orang bekerja daripada sifat pekerjaan itu sendiri.
    • Motivators factors adalah sumber kepuasan kerja yang menjadi kunci utama untuk memotivasi seseorang dalam kinerja perkerjaanya.



    Kesimpulan 

    Kepuasan kerja adalah pengaruh positif karyawan terhadap tingkat kepuasan terhadap pekerjaannya dan situasi atau lingkungan pekerjaannya, dimana persepsi dari karyawan tersebut sesuai dengan realita yang ada serta diperlakukan secara adil oleh perusahaannya. Jika kepuasan kerja tidak tercapai maka seorang pegawai akan kehilangan atau berkurang motivasi bekerjanya.








    REFERENSI:

    Schermerhorn, Hunt, Osborn, Uhl-Bien. 2010. Organizational Behavior (11th ed). New Jersey: John Wiley & Sons,Inc.

    Robbins, Judge. 2013. Organizational Behavior (15th ed). New Jersey: Pearson Education, Inc.
     



     





     
     


 
 






 
 

   
 

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Story Of My Junior High School

                                               The Story Of My Junior High School                         Hai, perkenalkan nama saya Haura, ...